Jumat, 02 Januari 2015

Sekilas Mata Kuliah di Teknik Kimia (semester 3)


SEMESTER 3

Di semester 3 ini, materi kuliah sudah mulai berbau engineering, walaupun belum sampai ke level perancangan..

Kimia Fisis 2
Lanjutan dari Kimia Fisis 1, masih sama abstraknya. Materi yang dibahas tentang spontanitas dan kesetimbangan, kesetimbangan kimia, aturan fasa, larutan ideal-non ideal. Rangkaian mata kuliah Kimia Fisis ini bakal jadi dasar buat mata kuliah berikutnya.
Pustaka : Moore, W.J., 1972, “ Physical Chemistry”, Prentice Hall, Inc., New York.

Azas Teknik Kimia 1
Salah satu mata kuliah yang paling tekkim. Sebenernya dulu mata kuliah ini bernama Azas Teknik Kimia yang membahas tentang neraca massa dan neraca panas. Tapi karena dirasa cukup berat, akhirnya sekarang dipecah menjadi ATK 1 dan 2. ATK 1 ini membahas tentang neraca massa, sedangkan ATK 2 membahas tentang neraca energi.
Apa itu neraca massa? Neraca massa dibuat berdasarkan prinsip hukum kekekalan massa, yang intinya tidak mungkin ada massa yang hilang dalam suatu sistem, yang ada hanyalah massa yang berubah menjadi wujud yang lain. Untuk suatu sistem dapat disimpulkan bahwa :
Massa masuk sistem - Massa keluar sistem = Massa akumulasi dalam sistem

ATK 1 menjadi sangat penting di Teknik Kimia, karena Neraca Massa merupakan salah satu dari  6 komponen Chemical Engineering Tools, yaitu alat-alat (ilmu) yang menjadi dasar bagi para insinyur Kimia. ChemEng Tools yang lainnya akan dibahas di mata kuliah berikutnya.
Selain pengenalan neraca massa, ATK 1 juga membahas materi tentang satuan dan dimensi, dasar-dasar transfer massa, dan transfer momentum.Selain itu akan dikenalkan istilah-istilah yang umum digunakan di industri kimia, seperti recycle, batch, kontinyu, steady-state, bypass, purge.
Pustaka : Himmelblau, D.F., 1996, “Basic Principles and Calculations in Chemical Engineering”, Prentice-Hall International Inc., New Jersey.

Matematika Teknik Kimia
Mata kuliah yang menjadi momok bagi mahasiswa tekkim, namun kelak akan sangat berguna karena MTK merupakan konsep dasar dari Pemodelan Matematis. Pemodelan sendiri adalah kemampuan untuk memodelkan peristiwa-peristiwa di industri (dan kehidupan nyata) ke dalam bentuk persamaan matematis sehingga dapat dicari penyelesaiannya. Kemampuan pemodelan inilah yang membedakan Teknik Kimia dengan disiplin ilmu yangt lain.
Kalau boleh jujur, MTK memang cukup sulit. Butuh kemampuan logika analisis matematika yang kuat dan pengetahuan tentang penyelesaian differensial, integral, dan persamaan differensial yang sudah dibahas di Matematika 1 dan 2 plus pengetahuan tentang hukum-hukum dasar transfer (Hukum Ficks, Fourier,dll). Topik yang dibahas di sini adalah penyusunan persamaan differensial dan kondisi batasnya (jadi gampangnya, kalau Matematika 2 tinggal menyelesaikan PD, kalau disini harus membuat PDnya sendiri dan diselesaikan), fungsi Bessel, penyelesaian Persamaan Differensial parsial dengan analitis dan transformasi Laplace.
Pustaka : Mickley, H.S., Sherwood, T.S., and Reed, C.E., 1957, “Applied Mathematics in Chemical Engineering”, Mc Graw Hill Book, Co. New York.
Jenson, V.G., and Jeffreys, G.V.,1977, “Mathematical Methods in Chemical Engineering”, Academic Press, London.

Termodinamika Teknik Kimia 1
Termodinamika ini mempelajari sesuatu yang abstrak, sulit dibayangkan dan diimajinasikan,tapi berguna. Topik yang dibahas yaitu : tentang equation of state ( persamaan yang menghubungkan tekanan, suhu, volume), Hukum-hukum termodinamika (beberapa konsep seperti internal energy, entalpi, entropi, dll), dan tentang efek panas yang akan dipakai lebih lanjut nantinya untuk penyusunan neraca panas. Cara survivenya, rajin-rajin baca pustakanya, dan sering latihan soal karena dosen di sini benar-benar mengacu ke pustaka ini.
Pustaka : Smith, J.M., Van Ness, H.C., and Abbott, M.M., 2004, “Introduction to Chemical Engineering Thermodynamics”, 6ed., McGraw Hill Book Company, New York.

Ekonomi Teknik
Ekotek ini salah satu mata kuliah yang cukup mengasyikkan karena mempelajari tentang uang, bukan sains lagi. Ada dua bagian besar di mata kuliah ini, yaitu separuh pertama adalah ilmu ekonomi umum yang dibahas di jurusan lain juga yaitu  konsep time value of money (gampangnya, nilai uang yang akan berbeda-beda tiap tahunnya), analisis cash flow, depresiasi, jenis-jenis modal dan biaya. Nah separuh kedua lebih cocok disebut ekonomi teknik kimia, karena ada pertimbangan teknik kimia di sini walaupun secara konsep sama seperti ekonomi umumnya, yaitu tentang analisis keuntungan (analisis ini membahas tentang kira-kira berapa sih biaya buruh, listrik, bahan baku, pengiriman bahan baku, dll sampai akhirnya menghitung keuntungan pabrik), proses pengambilan keputusan untuk memilih alternatif investasi (misal suatu pabrik butuh pompa, ada beberapa pilihan tergantung dari harga, umur alat, kualitasnya. nah itu semua dipertimbangkan buat dipilih yang terbaik secara ekonomi dan engineering), dan tentang analisis kelayakan suatu pabrik (RoI, POT, BEP, DCFRR). Pustakanya juga ada dua, masing-masing untuk bagian pertama dan kedua
Pustaka : 1. Sullivan, W.G., Wicks, E.M., and Luxhoj, J.T., 2003,“Engineering Economy”, 12 ed., Pearson Education, Inc.,New Jersey.
2. Peters, M.S. and Timmerhaus, K.D., 2003, “Plant Design and Economics for Chemical Engineers”, 5 ed., McGraw-Hill, Inc.,New York.

Analisis dengan Instrumen dalam Teknik Kimia
Mata kuliah ini di sini populer dengan singkatan ADIN. Sebenarnya ADIN ini boleh dibilang Kimia Analisis 2, karena prinsipnya sama yaitu untuk menganalisis senyawa kimia, namun dengan menggunakan alat-alat modern bukan dengan metode konvensional seperti titrasi dan gravimetri lagi. Materi yang dibahas semuanya tentang pengenalan alat dan prinsip kerjanya yaitu : Konsep dasar radiasi elektromagnetik (Hukum Lambert-Beer) buat bekal memahami cara kerja alat nantinya, Spektrofotometri UV-Vis, FTIR, AAS, Chromatography (GC dan HPLC), dan terakhir GC-MS. Mungkin singkatan-singkatan tadi jarang didengar, tapi mempelajarinya ga terlalu susah kok. Ilmu di ADIN ini nantinya akan berguna buat penelitian untuk analisis hasil, jadi jangan dianggap remeh.
Pustaka : Ewing, G.W., 1985, Instrumental Methods of Chemical Analysis, 5Ed., McGraw-Hill Book Company, New York.

Menggambar Teknik
Menggambar teknik (Gamtek) ini sebenarnya dipelajari hampir di semua jurusan di Fakultas Teknik. Materinya pun semua sama, intinya bisa menggambar dan memahami gambar teknik (terutama mengubah bentuk 3 dimensi menjadi 2 dimensi dan sebaliknya), plus pengenalan software AutoCad. Nantinya, di akhir kuliah mahasiswa akan mendapat tugas besar untuk menggambar alat-alat di teknik kimia.
Pustaka : -

Teknik Tenaga Listrik
Target utama mata kuliah ini adalah mahasiswa tekkim bisa nyambung dikit-dikit kalau membahas kelistrikan sama jurusan lain, terutama elektro. Materi yang dibahas : tentang generator, trafo, motor listrik, arus AC-DC, dan tentang safety dalam kelistrikan.
Pustaka : Wildi, T., 2002., “Electrical Machines, Drives and Power Systems”., Prentice Hall.

Praktikun Dasar-dasar Proses
Praktikum lanjutan dari PAB. Di sini praktikan bakal mempelajari ilmu-ilmu praktikum dengan bekal dari praktikum sebelumnya. Mata praktikum di sini sedikit lebih sulit dibanding PAB, karena target di sini bukan tentang mengenalkan alat dan laboratorium lagi, tapi tentang mengamati proses yang terjadi, analisis hasilnya, dan pembiasaan safety. Mata praktikum di sini adalah pengenalan beberapa proses yang nantinya akan dipelajari lebih lanjut di mata kuliah tahun-tahun berikutnya.
Mata praktikum : Hidrolisis Pati, Esterifikasi Asam Asetat, Pemungutan Pektin, Analisis Minyak Nabati, Distilasi Campuran Immiscible, Pengambilan Minyak Atsiri, Analisis Kadar Protein, Rekristalisasi Asam Oksalat. Mata praktikum yang pernah muncul juga di tahun-tahun sebelumnya antara lain Adsorpsi Asam Asetat dengan Arang Aktif, Pengambilan Asam Sitrat dari Kulit Jeruk, dan Ekstraksi Eugenol dari Minyak Cengkeh.

Kamis, 01 Januari 2015

Penelitian (part 1)

Akhirnya sempet ngeblog lagi, setelah lama sibuk dengan macam2 deadline. Postingan kali ini akan sedikit membahas tentang penelitianku di Teknik Kimia UGM. Sedikit info, di sini tiap mahasiswa akan mendapatkan 4 "tugas mulia" untuk dapat menyandang gelar Sarjana Teknik (Kimia), yaitu KKN (Kuliah Kerja Nyata), Penelitian dan Seminar, Kerja Praktek, dan terakhir Tugas Akhir Prarancangan Pabrik Kimia yang ditutup dengan ujian pendadaran.

Syarat untuk dapat mengambil penelitian adalah telah menyelesaikan rangkaian praktikum di semester-semester sebelumnya, yaitu Praktikum Analisis Bahan, Praktikum Dasar Proses, dan terakhir Praktikum Operasi Teknik Kimia + mengambil mata kuliah Pengantar Penelitian satu semester sebelum mengambil penelitian. Normalnya penelitian diambil di akhir semester 6, tapi bisa dipercepat satu semester jadi aku ambil di akhir semester 5. Penelitian ini deadlinenya adalah satu tahun sejak penentuan judul + sudah harus diseminarkan juga. Dan.... judul penelitian yang aku pilih waktu itu berjudul "Ekstraksi Minyak Biji Alpukat dengan berbagai Metode"

Awal cerita....
Setiap mahasiswa bebas memilih dosen pembimbingnya masing-masing dan waktu itu aku tertarik dengan salah satu dosen , ibu Dr. Aswati. Kenapa beliau? karena penelitian adalah sesuatu yang panjang dan perlu bimbingan ekstra, jadi perlu dosen yang care, bisa sering konsultasi, dan enak diajak ngobrol.. dan yang memenuhi kriteria itu menurutku adalah bu Aswati. Dan karena beliau adalah dosen di Lab. Proses Pemisahan (Operasi Teknik Kimia), otomatis penelitianku bakal berbau proses pemisahan. Di awal semester 5, karena saking semangatnya aku udah mulai ke ruang bu Aswati buat menyatakan ketertarikan dibimbing dan saat itu juga, beliau langsung meminta mencari topik sendiri yang bagus, layak sebagai penelitian, dan menarik beliau supaya bersedia membimbing. Dan pertama kali yang ada di pikiranku adalah mengolah limbah. Besoknya ke perpustakaan cari-cari informasi + browsing internet akhirnya dapat topik yang menurutku waktu itu bagus.. biodiesel.

Konsultasi kedua, aku mengajukan topik dan komentar bu Aswati waktu itu... "Biodiesel ini sudah biasa. Punya Pak Arief (dosen tekkim juga) malah sudah banyak dan bagus-bagus."  Lalu ibunya menawarkan beberapa topik tentang enhancement dalam proses teknik kimia, seperti distilasi reaktif, absorpsi reaktif, dan sejenis itu. Akhirnya aku cari-cari lagi. Waktu itu ketemu berita tentang mobil di Amerika yang menempuh jarak cukup jauh dengan bahan bakar biodiesel dari minyak biji alpukat. Kebetulan biodiesel itu bisa dibuat dengan proses distilasi reaktif..

Biji alpukat yang menemaniku selema setahun (foto nyomot dari Google)
 
Konsultasi berikutnya, akhirnya judulku itu berhasil menarik perhatian beliau, karena selama ini minyak biji alpukat jarang didengar. Tapi masalahnya, saat ini yang jual minyak biji alpukat sangat sedikit, susah nyari bahan bakunya jadi harus diekstraksi sendiri. Dan kalau harus ngekstrak terus baru dibuat jadi biodiesel, dijamin setahun belum selesai. Jadi setelah dipertimbangkan, akhirnya diputuskan topik penelitian kali ini ekstraksi minyak dari biji alpukat dulu saja dengan variasi suhu ekstraksi dan diameter serbuk. Pertanyaan selanjutnya, pelarut untuk mengekstraknya apa? di buku yang aku baca, pelarut terbaik adalah campuran heksana dan etanol. Pertanyaan berikutnya, analisis hasil (minyak dalam pelarut) pakai cara apa? Berbekal laporan penelitian kakak angkatan tentang ekstraksi rice bran dari bekatul yang pakai metode spektrofotometri, aku juga ngikut mau pakai cara itu.  Ketiga, perbandingan pelarut dan serbuknya berapa? Dengan sedikit ilmu kira-kira didapat 3 : 1. Keempat, pengambilan sampel gimana? Gampang, buka sumbat karet, ambil pakai pipet tetes sambil disaring pakai kertas saring. Terakhir, pengambilan sampelnya di waktu berapa aja? Sotoy aja tiap 5 menit sekali. Case closed !

Setelah topiknya fix langsung nyusun draft proposal penelitian dan sesuai dengan labortoriumnya, penelitian kali ini harus berbau OTK. Topik yang ada di kepalaku waktu itu ya mencari nilai kinetika transfer massanya, yaitu diffusivitas efektif + koefisien transfer massa. Sebenernya agak takut juga karena modelling ekstraksi lumayan ruwet dan pemrogramannya lumayan menyiksa. Tapi ya udah, asal nyemplung dulu aja... Akhirnya berbekal surat rekomendasi dari bu Aswati di tangan, pemilihan dosen pembimbing berjalan lancar. Saat itu juga bagi kurang lebih 30an mahasiswa yang waktu itu ngambil percepatan penelitian seakan-akan ada jam besar yang berjalan mundur dan bunyi detaknya menghantui setiap saat.  Di saat yang sama padahal Praksus (di praktikum OTK) kelompokku belum selesai + ujian sudah dekat.. semua deadline saling tumpuk.. indahnya Teknik Kimia~  Waktu pengundian itu juga, kebetulan dapat partner yang sama-sama memilih bu Aswati sebagai dosen Pembimbing, yaitu Unggul yang juga teman kelompok Praksusku. Lumayan, besok-besok jadi ga botak sendirian.  Tapi Unggul ini beda jenis pelarut (pakai etil asetat) dan variasi suhu + kecepatan pengadukan.

Singkat cerita pas ujian dan praksus udah kelar semua, langkah pertama yang harus dikerjakan adalah mengumpulkan biji alpukat. Waktu itu bu Aswati minta supaya disediakan yang banyak supaya kualitas biji alpukatnya sama. Untungnya ada mbak-mbak jualan jus di Jalan Pandega Marta (depan warung nasi goreng bu Ita) setiap harinya bisa menghasilkan limbah kurang lebih satu kg biji alpukat. Sekitar dua minggu sekitar 12 kg-an biji alpukat sudah tersedia dan perjuangan dimulai... Biji alpukat dikupas kulit arinya, trus diiris tipis-tipis..  Habis diiris, potongan biji alpukat dijemur dan parahnya waktu itu musim hujan. Jadi buat ngeringin butuh waktu berhari-hari, itu aja kadang-kadang ada yang berjamur jadi harus dibuang. Setelah kering, potongan biji itu diblender (sampai korban satu blender rumah rusak) dan diayak. Karena ada variasi diameter serbuk dalam penelitianku, akhirnya pakai 6 ayakan yang beda ukuran. Tiap hari ke kampus cuma ke lab, ngayak, keringetan, pulang, besoknya ke kampus cuma ke lab, dst. sampai dua minggu. Di akhir tahap ini, berhasil menghasilkan 4 toples beda ukuran serbuk + 1 toples ukuran yang ga masuk range + 1 plastik serbuk yang belum diayak.

Irisan biji alpukat (foto nyomot dari Google lagi)

Setelah itu, mulai timbul kendala-kendala penelitian yang lain. Pertama, buat kurva standard spektrofotomer. Yaitu dengan cara melarutkan minyak biji alpukat dengan solven dengan berbagai konsentrasi. Nah masalahnya, harus perbandingan berapa aja? Akhirnya pakai ilmu kira-kira lagi. Tapi sebelum itu, masalah yang muncul adalah minyaknya dapat darimana?? Muter-muter supermarket jogja ga ada yang jual, di internet yang jual cuma di luar negeri. Akhirnya terpaksa diekstrak sendiri beberapa kali sampai agak banyak, terus didistilasi sendiri buat misahin pelarutnya. Pas distilasi itu sempet juga aku mecahin pendingin balik, jadinya harus off beberapa hari karena harus diperbaiki dulu di Jalan Magelang KM. 17 dan mblusuk ke desa.

Masalah kedua, buat ngetes ekstraksinya aku coba pakai rumus awalku tadi itu dan ternyata hasilnya lumayan. Solvennya terlihat jadi coklat dan melarutkan minyak. Tapi... heksana dan etanol itu ga bercampur ! Dan setelah dicoba analisis pakai spektrofotmeter ga bisa karena ada dua fase dan ketinggian interface fase itu di tiap kuvetnya beda-beda, alhasil datanya kacau. Tapi aku belum menyerah, dicoba lagi dan gagal lagi, sekali lagi dan gagal lagi. Belum menyerah juga, aku ganti metode analisis pakai refraktometer juga gagal lagi. Sebelum tambah gagal, aku langsung konsultasi ke bu Aswati dan setelah dinego-nego akhirnya heksana dihapus dan pakai etanol aja. Setelah dicoba, hasilnya tetap jelek tapi agak lebih bagus dibanding yang dulu. Punya Unggul juga kurang bagus dan akhirnya kami menyimpulkan kalau itu karena ada padatan yang ikut terbawa di sampel analisisnya jadi mengganggu lewatnya sinar UV melalui kuvet. Akhirnya kami menemukan metode baru yaitu : ambil sampel pakai pipet tetes, diamkan dulu beberapa saat sampai padatan mengendap di bawah, ambil pakai pipet tetes bersih bagian atasnya, saring pakai kertas saring. Jadi kerja dua kali, tapi hasilnya lumayan ada trennya walau ada beberapa yang menyimpang. Tapi masalahnya range konsentrasi ekstraksi ini ga sesuai dengan range konsentrasi yang ada di kurva standard, jadinya cara tadi direvisi jadi : ambil sampel pakai pipet tetes, diamkan dulu beberapa saat sampai padatan mengendap di bawah, ambil pakai pipet tetes bersih bagian atasnya, saring pakai kertas saring + diencerkan. Sampai berapa banyak pengencerannya? Kalau yang ini bukan masalah, pakai rumus kimia analisis SMA biasa. Thanks to Vero, sudah jadi korban mengencerkan larutanku..

rangkaian alat ekstraksi

Masalah ketiga, hasil dari kesimpulan metode terakhir tadi udah lumayan bagus, tapi sayangnya data ekstraksi terlalu cepat konstan.  Jadi langkah yang harus dilakukan adalah... mengubah range waktu pengambilan data jadi waktu 3, 6, 9, 15, 25, dan 40 menit. Setelah dicoba lagi masih sama juga, akhirnya dikecilkan lagi jadi 1, 2, 3, 6, 15, 30 menit plus saran dari bu Aswati dicoba perbandingan pelarutnya dikurangi lagi. Akhirnya setelah ditrial beberapa kali didapat perbandingan yang baik ternyata hanya 10 gram serbuk : 200 mL pelarut. Udah ga keitung lagi, jumlah serbuk yang kebuang karena kegagalan berapa banyak. Setelah metodenya fix ini aja, grafiknya masih banyak yang perlu diulang karena belum sesuai teori.



Masalah berikutnya, untuk modellingnya perlu data konsentrasi minyak awal di biji alpukat berapa banyak. Jadi harus pakai ekstraksi soxhlet. Berbekal ilmu praktikum  Dasar Proses, aku pakai cara kerja yang sama persis dan bisa ditebak hasilnya.. gagal lagi. Waktu dimasukkan ke perhitungan neraca massa hasilnya negatif, jadi hipotesis penyebab kegagalannya adalah minyak belum terambil semua. Setelah trial berkali-kali baru didapat hasil yang bagus. Sedikit info, satu kali proses ekstraksi soxhlet adalah 1 jam merangkai dan mempersiapkan alat dan bahan, 6 jam ekstraski, 1,5 jam oven dan membereskan alat-alat. Total butuh 8,5 jam ! itu aja kalau semuanya lancar. Padahal lab buka kurang lebih 8.30-16.00 jadi beberapa kali harus nglembur pulang paling sore.

Masalah terakhir (tapi bukan perjuangan terakhir) adalah mencari konstanta Henry. Bu Aswati minta melakukan percobaan ekstraksi shakerwaterbath dengan berbagai perbandingan serbuk : jumlah pelarut. Sedikit info lagi, satu kali proses ekstraksi shakerwaterbath adalah 1 jam merangkai dan mempersiapkan alat dan bahan, 3 jam ekstraksi, 2 jam menyaring, mendiamkan, dan mengencerkan + membereskan alat-alat. Total butuh 6 jam ! itu aja kalau semuanya lancar. Padahal harus dibarengi ngambil data soxhlet dan ekstraksi biasa... Udah gitu, sering (hampir 90%) ada aja sampel yang kemasukkan air dari waterbath atau solven menguap. Jadi harus ngulang berkali-kali juga.

shakerwaterbath

Akhirnya setelah berbulan-bulan (lebih dari setengah periode) pengambilan data selesai. terlihat gampang, tapi kenyataannya tidak. Masih terlalu banyak cerita lain yang lumayan panjang kalau harus ditulis di sini.
Selanjutnya penelitian dipotong karena harus KKN ke Bali.....(kalau penasaran cerita KKN, silakan dikepo di blog yang ditulis Vero : http://fendyveronica.blogspot.com)


(bersambung)






Rabu, 22 Januari 2014

Praktikum Khusus... (part 2)

19 Desember 2013 - 17 Januari 2014

Setelah proposal diacc, kami langsung segera bagi tugas buat beli perlengkapan. Rangkaian alat bener2 kami rangkai sendiri dengan modal ilmu dan kreativitas seadanya. Dan inilah rangkaian alatnya....




Keterangan :
1. Packingnya kami pakai kelereng, beli di pasar Beringharjo 2 kilo
2. Pipa kolomnya pakai yang ada di lab, tapi yang tersedia cuma kolom yang panjang, jadinya kami potong dulu.
3. Selang plastik biasa + sumbat karet buat atas dan bawah kolom
4. Ini salah satu bagian yang sempet dibingungkan, yaitu distributor aliran air. Air harus didistribusikan supaya semua bagian kolom terbasahi, ga cuma satu titik aja. Jadinya kami pakai gelas bekas minuman teh yang dilubangi kecil2 di bagian pantat gelasnya.

Dan percobaan langsung  dimulai besoknya, tanggal 20 Desember 2013... sayangnya, percobaan pertama gagal karena datanya kurang bagus. Percobaan kedua tanggal 23 Desember 2013 dan sekaligus percobaan terakhir kami karena datanya lumayan bagus. Setelah itu kami langsung masukin data ke pemrograman yang udah dibuat dan bikin laporannya. Cuma beberapa hari, kami sangat yakin laporannya sudah bagus (karena proposal dah maju ke PW 10 kali) dan segera menyerahkan laporan ke dosen pembimbing kami, BE.

Kami : "Permisi, Bu. Kami mau menyerahkan laporan praksus"
BE : "O iya, saya baca dulu. Ditinggal saja".

Besoknya laporan kami ambil dan revisinya sangat banyak -__- 
Masalah terbesar di laporan ini adalah grafik percobaan yang tidak fit dengan perhitungan (kalo bahasanya BE, simulasi). Kami memperbaiki laporan yang salah dan grafiknya hanya diubah sedikit.

Revisi  keluar dan lagi-lagi yang dimasalahin adalah ketidakcocokan grafik. Kami coba memperbaikinya lagi dan grafiknya sudah fit trus diserahkan ke BE lagi. Revisi keluar lagi dan yg dimasalahin grafik lagi. Akhirnya karena tidak ada titik temu, kami konsultasi ke BE masalah grafiknya.

Kami : (sebenernya ngomongnya ga bareng2 serempak gitu si --" tapi aku lupa siapa yang ngomong, jadi tak tulis kami aja) "Ini grafiknya kenapa ya Bu?"

BE : "Kalian penyelesaian kan pake FDA, ya ga mungkin to bentuk grafiknya seperti ini. Ini itu bidang saya, S3 saya pemodelannya seperti ini dan grafiknya ga bisa sebagus itu. Kalo kalian bisa bikin grafik seperti ini, justru saya mau belajar dari kalian".
(info : BE juga pernah ngomong kaya gini waktu kami majuin proposal, dan dari awal BE ga setuju sama PW yang pengin pake FDA. Tapi ibunya berpendapat kalo FDA ga mungkin bisa dan lebih bagus analitis).

Sebenernya yang membuat grafik kami bisa bagus karena kami membuat semacam patokan di pemrograman kami, PD berlaku hanya saat konsentrasi sudah berubah (itu hasil pikiran kami -_-) dan di konsultasi berikutnya kami menceritakan ke BE...

BE : "Ya tidak bisa. PD itu berlaku dari awal. Kalian buat Initial Conditionnya dari awal kan?"
Kami : "Iya, Bu".
BE : "Ya sudah coba buat pemrograman yang PDnya berlaku dari awal, cari data yang fit".

Kami mengutak atik pemrograman biar datanya bisa fit sampai berhari-hari. Di sisi lain, tugas dan PR kuliah makin banyak, ketambahan belajar responsi juga plus yang paling berat adalah deadline Proposal Penelitian yang makin mendekat. Bener2 pengen meledak rasanya -_-
Akhirnya sampai UAS pun praksus kami ini belum selesai juga ( info : hampir semua kelompok lain udah diacc, tinggal kelompok kami dan kelompok yang dosen pembimbingnya PS). Di tengah2 UAS yang harusnya belajar, kami harus membagi waktu buat Proposal Penelitian juga dan tentunya ke Praksus ini.


17 Januari 2014 - 21 Januari 2014

UAS terakhir kami (kecuali si Unggul) tanggal 17 Januari mata kuliah Pengantar Penelitian (1 sks) dari jam 8-9 pagi. Si Unggul masih ada UAS lagi jam 1-3 siang. Proposal penelitian kami udah beres semua, tinggal si Praksus satu  ini. Selesai UAS jam 9, kami langsung siap mengutak atik pemrograman lagi biar bisa fit. 3 laptop dikerahkan sekaligus biar cepet ketemu data fitnya dan hasilnya bisa ditebak.... sampai jam 1 siang masih ga ketemu juga --" padahal kami target hari ini harus kelar. Si Unggul ngelanjutin UAS, dan kami berlima masih berkutat dengan pemrograman di depan laptop. Sampai jam 3 kami menyerah dan memutuskan maju lagi ke BE dengan grafik yang paling bagus (masih jauh dari fit sebenrnya -.-) Kami nunggui BE dan akhirnya beliau datang jam setengah 5. Dan saat itu, si Unggul sama Shinta lagi ngurusin pendaftaran asisten, jadi cuma berempat yang maju.
(info : beberapa anak bimbingan PS udah acc, dan membuat kami makin tertekan)

Fendy : "Bu, kami udah mencoba berhari-hari, tapi hasilnya ga pernah fit".
BE : "Coba tunjukkan grafiknya".

kami menunjukkan grafiknya

BE : "Iya kan? Apa yang saya bilang, FDA ga mungkin bisa fit. Coba ganti pake cara analitis"
(Whaaaatt???? dalam hati cuma bisa menggerutu, kalo gitu ngapain dari kemarin kami ngerjain iniiiii?? Kenapa ga dari kemaren aja ganti metodenya TT).

Untungnya pas nyari2 tadi, si Bagyo (bukan kelompok kami) udah bantuin buat pemrograman yang analitis.
Vero : "Kami udah buat juga, Bu. Tapi tidak bisa juga, hasilnya tidak stabil'.
BE : "Oo gitu ya. Ya sudah sekarang begini saja, PDnya dibuat sederhana. Variabel De (dispersi efektif) kamu hilangkan saja".

Kami cuma bisa terheran-heran. Kalo variabel De dihapus...trus tujuan percobaan kami apa?? selama ini tujuan percobaan kami kan cari nilai De optimum -___- BE buru2 pergi setelah konsul kami ini karena beliau ada acara jam 5 sore.

Dengan kemampuan seadanya kami berempat (empat orang terbodoh dalam pemrograman di kelompok kami), mengubah penurunan PDnya. Sebenernya ini ga masalah, masalah utamanya adalah.. gimana caranya masukin penurunan kami ke pemrograman?? Dengan ilmu sotoy dan sisa2 logika pemrograman yang masih ada di otak kami, akhirnya pemrograman berhasil, tapi datanya belum fit. Karena lab udah mau ditutup, kami memutuskan bagi tugas ke masing-masing orang buat ngerjain pemrograman di kos/rumah masing-masing.

INFO PENTING : Sebenernya aku udah ngrencanain pergi ke Purwokerto + Purbalingga bareng Vero hari Senin, 20 Januari. Tapi harus batal gara2 praksus ini -__-

Hari Senin, 20 Januari kami kumpul  lagi di lab ngutak atik pemrograman. Si Unggul dah pulang kampung karena dia dah telanjur beli tiket, jadinya tinggal kami berlima ngelanjutin pemrogramannya. Sampai siang masih ga ketemu juga dan BE lewat, nanya ke kami.

BE : "Gimana? Udah bisa?"
Kami : "Belum, Bu. Baru data 1 dan 3 yang lumayan. Data kedua masih jauh".
BE : "Ya disabarin aja. Tren porositasnya gimana? Kalau debit besar, porositasnya bagaimana?"

JEDYERRRRRRR...Kami baru sadar sekarang, ternyata yang diminta BE itu adalah porositasnya berubah sebagai fungsi debit. Selama ini kita trial di pemrograman, porositas dibuat tetap --" sampe kiamat juga ga bakal ketemu -_-

Kami cepet2 ngerjain lagi dengan variabel bebasnya porositas. Sorenya, menjelang detik2 terakhir BE pulang, kami berlari ngejar beliau.

Kami : "Bu, sudah ketemu data fitnya". (sambil lari2 bawa laptop)
BE : "Ya sudah, asal sudah logis dibuat saja laporannya" (sambil berjalan keluar lab)

lega rasanya... kami optimis besoknya bisa acc. Sore itu juga kami kerjain laporannya.
Tapi ya itu.... Judul dan Tujuan Percobaan kami diganti total -_- Jadi buat apa kami dulu susah2 maju presentasi ke PW 10 kali kalo laporan sama propsal ga sama??

Besoknya kami standby di kampus jam 9.30.. BE datang dan kami menyerahkan laporannya. (info : Kikis dah pulang kampung karena dah beli tiket juga). 
Scene pertama saat kami mengumpulkan laporan pertama kali terulang..

Kami : "Permisi, Bu. Kami mau menyerahkan laporan praksus"
BE : "O iya, saya baca dulu. Ditinggal saja".

Kami nungguin BE ngoreksi laporan kami... tapi... setelah kami tunggu berjam2 di kampus, sorenya BE keluar dari ruangan dan pulang begitu saja...
Perjuangan kami nungguin dari pagi ga ada hasilnya sama sekali -___-

22 Januari 2014
Hari ini laporan harus diacc, karena besoknya Vero dan Laras dah ga bisa ke kampus lagi karena ada acara masing2 di luar kota. Kami ke kampus lagi jam 10.30 buat nungguin BE dan akhirnya beliau datang sekitar jam 11.30. Sejam kemudian, BE mengembalikan laporan kami dengan beberapa revisi. Selesai revisi, kami kembali lagi ke BE menyerahkan laporan kami..

Vero : "Ini sudah direvisi, Bu. Ditunggu atau diambil nanti?"
BE : "Ya sudah langsung dijilid saja". (BE sambil ngambil pulpen, trus tanda tangan di laporan kami)



Akhirnya hari itu datang juga.. setelah menderita sekian lama. Laporan buru-buru kami jilid dan segera diserahkan lagi ke BE. Praksus resmi selesai dan liburan telah tiba....


Epilog

Terima kasih banyak kepada :
1. Prof. Wahyudi (PW) dan Bu Edia (BE) yang sudah membimbing kami. Berkat mereka, kami mendapatkan banyak ilmu yang belum pernah kami pelajari sebelumnya di kelas. Kami jadi mengerti tentang pemodelan, pemrograman, dan engineeering judgement.
2. Teman2 seperjuangan kelompok 2
  • Vero : Pembawa ceria di kelompok kami.
  • Shinta : Nyonyah, yang paling sering memarah2i kami selama pengerjaan praksus ini.
  • Unggul : Sang Programmer kami
  • Kikis : Aktor utama kesuksesan presentasi ke PW
  • Laras : Sie Humas, konektor kami dengan BE buat janjian. Setelah praksus ini, Laras mendapatkan nama kehormatan baru "Wang Bau Tai"
Walaupun kita pernah berada di titik terendah selama praksus ini dan berkali2 berpikir untuk mengulang aja, akhirnya praksus ini bisa kelar juga.

3. Teman2 lain, yang menyemangati dan ngobrol2 bareng kami di lab selama pengerjaan praksus ini.
4. Pihak2 lain

Saatnya menikmati liburan.... 




















Senin, 20 Januari 2014

Praktikum Khusus... (part 1)

Prolog
Ini cerita dari semester 5 yang baru saja berlalu kemarin. UAS udah selesai dari tanggal 17 Januari dan harusnya sekarang adalah masa liburan yang indah. Dari beberapa minggu yang lalu, aku udah ngrencanain pergi ke Purbalingga + Purwokerto bareng Vero. Tapi semua itu gagal karena satu hal....

Semester 5 ini, aku bersama sekitar 30an anak angkatan 2011 lainnya memutuskan memajukan mata kuliah "Praktikum Operasi Teknik Kimia (POTK)" yang harusnya sesuai kurikulum ada di semester 6. Sebenernya praktikum ini sama seperti praktikum-praktikum lainnya, ya tinggal praktikum, ngolah data, terakhir nulis laporan. Namun sebagai salah satu syarat bahwa mahasiswa lulus dari mata kuliah ini adalah melakukan Praktikum Khusus OTK (selanjutnya disebut praksus) di akhir semester.


akhir Oktober 2013
Kelompok praksus dibagi dan aku kebagian jatah ada di kelompok 2 dengan judul "Pencucian Packed Bed Butiran Tidak Berpori" bersama dengan 5 orang teman seperjuangan lainnya, yaitu Vero, Shinta, Unggul, Kikis, dan Laras. Kami semua memiliki kesamaan, yaitu sama-sama ga mudeng harus melakukan apa dari judul yang dikasih ini --"


November-18 Desember 2013
Awalnya kami berdiskusi tentang percobaan apa yang harus dilakukan dan hasilnya kami sudah merancang langkah percobaannya, yaitu :
1. Bikin packing pake pipa kaca yang ada di lab OTK, packingnya diisi potongan sedotan air mineral gelas. Tadinya kami juga sempet kepikiran pake beras dan batu akuarium, tapi akhirnya ga jadi.
2. Pengotor packing kami adalah larutan NaCl, dengan pertimbangan harganya murah, mudah didapat, tidak bereaksi dengan air ataupun packingnya, dan larutan elektrolit sehingga dapat diukur konsentrasinya dengan konduktometer.
3. Pencucinya adalah air, rangkaian alatnya pake alat percobaan absorpsi.
4.Perhitungan pake PD parsial orde 2 yang diselesaikan dengan metode analitis (sesuai saran dosen pembimbing kami).

Sesuai tradisi yang ada, setiap kelompok wajib mempresentasikan  hasil diskusinya ke PW, kepala laboratorium (yang mempresentasikan akan ditunjuk acak di setiap kelompok) dan akan disetujui apabila konsep percobaan dan perhitungan sudah sesuai. Dan dengan bekal seadanya, kami mempresentasikan hasil diskusi kami ke PW.

Stage-1
Kami menyerahkan proposal ke PW dan beliau membacanya sekilas. Kemudian..
PW : "Ya coba Laras maju.."
kemudian Laras maju  *sekedar info, Laras di sini cowo
L : "iya Pak"
PW : "Coba kamu terangkan bagaimana percobaannya"
kemudian Laras menjelaskan tentang percobaannya.
PW : "Terus bagaimana cara analisis konsentrasi larutan garamnya?"
L : "Pakai kondukmeter, Pak. Jadi kita buat kurva standard konduktansi versus konsentrasi dulu"
(sambil menggambar kurva standar di papan tulis, yaitu garis linear)
PW : "Kurvamu pasti lurus begitu?"
L : "iya Pak"
PW : "Bagaimana kalau tidak lurus?"
Jedyerrrrr...dan Laras pun kebingungan.
Laras : "pasti lurus, Pak"
Akhirnya stage 1 berakhir dengan kalimat dari PW : "ya sudah sana belajar lagi"

Setelah kami mundur, kami mendiskusikan jawabannya dan sepakat kalau jawabannya adalah "Kurva konduktansi vs konsentrasi pasti lurus, karena kami pernah membuatnya di praktikum RTD"


Stage-2 (dua hari setelah stage 1)
Kami menyerahkan proposal ke PW dan beliau membacanya sekilas. Kemudian..
PW : "Kikis mana Kikis?" (sambil membaca daftar nama di proposal)
K : iya saya, Pak" (sambil maju)
PW : "Coba terangkan tentang kurva standar kemarin"
K : ""Kurva konduktansi vs konsentrasi pasti lurus, Pak. Karena kami pernah membuatnya di praktikum RTD".
PW: "yang saya tanyakan itu, bagaimana jika grafiknya tidak lurus. Apa yang kamu lakukan?"
kemudian Kikis bingung..
PW : Masa begini saja kalian tidak tahu? Ini gampang banget lho.
(suasana hening untuk beberapa lama.....)
Ya sudah dijadikan PR. Ganti, Veronica"
Kikis mundur, digantikan Vero
PW : "Coba terangkan bagaimana aliran plug flow itu"
V : "Aliran yang laminer, Pak"
PW : (kaget) "masa aliran plug flow itu aliran laminer? Kalo gini ya Teknik Kimia UGM ditutup saja"
(kemudian PW menjelaskan tentang aliran plug flow sambil masih terheran-heran karena ketidaktahuan kami)
Setelah beberapa lama akhirnya stage-2 selesai dengan masih menyisakan PR tentang kurva standar. Kami berdiskusi dan sepakat bahwa jawabannya : "Kami akan mengencerkan larutannya, sehingga konsentrasi dapat didekati dengan persamaan garis linier".

Stage-3
Kali ini giliran aku sendiri yang maju -_- suasana udah agak ga enak karena kami mundurin jadwal presentasi sejam tanpa diketahui bapaknya, jadi bapaknya agak marah sama kami.
PW : "Coba bagaimana kurva standarnya. Ini sudah lama sekali lho, cuma masalah begini saja"
F (dengan mantap) : "Kami akan mengencerkan larutannya, Pak. Sehingga konsentrasi dapat didekati dengan persamaan garis linier".
PW : "Kalo tidak lurus bagaimana?"
F : "Pasti lurus, Pak. Karena kami membuatnya encer"
PW (mulai emosi) : "Yang saya tanyakan itu bagaimana kalo tidak lurus, bukan kalau lurus bagaimana".
dan aku kebingungan --" sumpah rasanya maju di depan tu bener2 bikin blank semua ilmu yang ada di otak
PW : "Kamu itu selalu lari dari pertanyaan. Yang ditanya kalau kurvanya tidak lurus bagaimana, kok malah menjawab kalau lurus. Jadi kamu masih ga bisa?"
F :"ga  bisa, Pak"
Ya sudah sana belajar lagi.

Ga ngerti lagi, sampai stage-3 kami masih ga tau gimana cara jawab pertanyaan ini -__-
Di stage-stage berikutnya kami ditanya lagi tentang berbagai ilmu teknik kimia dasar dan yang paling penting adalah penyelesaian PD Parsial kami yang pake metode analitis tidak disetujui dan diganti dengan metode numeris. Setelah perjuangan yang sangat panjang membuat pemrograman pake Scilab, berhari-hari ke kampus tiap hari sampe sore, dan setelah 10x presentasi ke PW akhirnya proposal kami diacc pada tanggal 19 Desember 2013 (tepat pas ulang tahunnya UGM). Ya mungkin ini emang berkah..

proposal yang diacc


kelompok praksus kami ( Laras, Shinta, Unggul, Kikis, Vero, Fendy)

Lega rasanya proposal diacc.. dan kami pikir percobaan dan pembuatan laporan bakal gampang karena pemrograman udah jadi dan caker kami sudah sangat siap. Tapi kenyataannya, hidup memang tak semudah itu...

(to be continued)










Sekilas Mata Kuliah di Teknik Kimia (semester 2)

Lanjutan dari postingan sebelumnya tentang matkul di Teknik Kimia UGM...

SEMESTER 2

Kimia Fisis 1
Kimia Fisis ini adalah mata kuliah kimia yang fisika (aneh kan?) dibilang begitu karena membahas tentang peristiwa kimia yang erat kaitannya dengan peristiwa fisisnya. Materinya misalnya tentang laju reaksi, kesetimbangan, termokimia (Hukum Hess), dan sedikit pengantar tentang termodinamika. Hampir semua materi udah pernah dibahas di SMA, tinggal diimprove dikit.
Pustaka : Moore, W.J., 1972, “Physical Chemistry”, Prentice Hall Inc, New York.

Kimia Organik 2
Ini lanjutan dari mata kuliah Kimia Organik 1, yang dibahas juga hampir sama. Intinya tentang mekanisme reaksi pembuatan dan perubahan bentuk senyawa-senyawa organik. Tapi untuk KO2, yang ditekankan pada senyawa aromatik, karbohidrat, protein, dan lemak. Kunci mata kuliah ini sama kaya KO1, rajin2 baca pustaka aja.
Pustaka : Solomon, T.W.G and Fryhle, C.B., 2004, “Organic Chemistry”, 8ed., John Wiley and Sons, New Jersey.

Matematika 2
Matematika 2 membahas tentang salah satu konsep dasar yang sangat dibutuhkan di Teknik Kimia kelak, yaitu PERSAMAAN DIFERENSIAL (PD). 
Hampir seluruh proses yang terjadi di industri kimia bisa didekati dengan PD ini, jadi mata kuliah ini tidak bisa dianggap remeh. Di sini dibahas, gimana caranya menyelasaikan PD sederhana (PD ordiner) dengan cara analitis. Selain itu dibahas juga tentang Deret (Taylor, McLaurin, dll) yang bisa digunakan juga untuk menyelesaikan PD. Materi lainnya adalah transformasi Laplace yang juga digunakan untuk menyelesaikan PD.
Pustaka : Kreyszig, E., 1993, ”Advanced Engineering Mathematics”, 6ed., John Wiley and Sons, Inc.,

Bahan Konstruksi Teknik Kimia (BKTK)
BKTK ini membahas tentang material-material yang digunakan untuk merancang alat-alat di industri kimia. Materi yang dibahas adalah struktur atom dan molekul bahan, diagram fasa campuran bahan, teori lendutan bahan, perlakuan panas pada bahan, teori korosi dan oksidasi serta cara pencegahannya, dan yang terakhir adalah dasar-dasar pemilihan bahan konstruksi. Mata kuliah yang cukup membosankan dan materi yang dipelajari seabrek. Harus sering-sering baca pustaka.
Pustaka : Callister, Jr., W.D., 1994, “Materials Science and Engineering, an Introduction”, 3 ed., John Wiley & Sons, New York.

Fisika 2
Lanjutan dari Fisika 1,materi yang dibahas mirip-mirip fisika SMA yaitu tentang listrik AC dan DC, getaran dan gelombang, optika dan cahaya, plus tambahan materi yang agak tekkim seperti uap (dasar-dasar teori hukum Antoine), diagram fase, dan tara kalor mekanik. Cara survive di matkul ini, mirip kaya Fisika 1.
Pustaka : Halliday, H., Resnick, R., and Walker, J., 1997, “Fundamentals of Physics. Extended”, 5 ed., John Wiley & Sons, Inc., New York.

Penggerak Mula
Penggerak mula ini mata kuliah yang mungkin paling asing bagi anak semester 2 karena sama sekali blm pernah didapatkan di SMA. Isi dari mata kuliah ini yaitu tentang penggerak mula, yaitu alat-alat yang dapat digunakan sebagai penggerak di industri, misalnya motor bakar (2 tak dan 4 tak), motor diesel, turbin, boiler. Kalo menurutku pribadi, inti dari matkul ini adalah bisa membaca steam table, yaitu semacam tabel yang variabelnya suhu, tekanan, entalpi, entropi dari air dan uap air. Selain itu juga diharapkan dapat mengerti tentang sistem Power Plant dari Uap (PLTU) plus pengantar termodinamika.
Pustaka : -

Elemen Mesin
Membahas tentang elemen-elemen dasar yang digunakan pada mesin, seperti bearing, roda gigi, kopling, sambungan (las dan paku keling), tegangan dan regangan, dan pelumas. Untuk perhitungannya, mirip dengan perhitungan dasar pada fisika tentang torsi dan gaya. Mata kuliah yang relatif tidak sulit.
Pustaka : -

Pendidikan Kewarganegaraan
Sama seperti pelajaran Kewarganegaraan waktu SMA, intinya dapat memberikan pendapat tentang isu-isu kewarganegaraan dan penerapannya.
Pustaka : -

Praktikum Analisis Bahan
PAB ini adalah prakitkum pertama dari rangkaian praktikum-praktikum berikutnya di Teknik Kimia. Yang ditekankan di sini adalah praktikan tahu cara menggunakan alat-alat dasar laboratorium, mengolah data, dan memahami keselamatan di laboratorium. Mata praktikumnya didesain supaya lebih ditekankan ke situ, sehingga relatif sederhana, yaitu : Pengukuran Suhu dan Kenaikan Titik Didih Larutan, Peneraan Alat Ukur Laju Alir Fluida, Pengukuran Rapat Massa dan Konduktometri, Modulus Patah dan Kuat Desak Bahan Padat, Pengukuran Tegangan Muka dan Kekentalan Cairan, Analisis Volumetri, Analisis Gravimetri, Spektrofotometer UV-Vis. Sekedar info, di sini mahasiswa juga akan diberi pemahaman tentang prosedur bekerja di Lab di Jurusan Teknik Kimia UGM, yaitu mempelajari karakter dan bahaya dari  bahan-bahan kimia yang digunakan dan menakar resiko (Risk Assessment).

Rabu, 03 Juli 2013

Sekilas Mata Kuliah di Teknik Kimia (semester 1)

Postingan kali ini, aku mau sedikit nge-share tentang mata kuliah di Jurusan Teknik Kimia, khusunya di Teknik Kimia UGM. Pendapat di sini sifatnya subjektif dari pendapatku. Semoga bisa menjadi referensi bagi yang membutuhkan.

SEMESTER 1

Kimia Analisis
Kalo jaman SMA ada pelajaran Kimia tentang Asam Basa, titrasi, menghitung normalitas, dan sejenis itu, itulah mata kuliah Kimia Analisis.Topik yang dibahas di sini berbagai metode analisis dengan titrasi (volumetri, iodometri,asidi-alkalimetri, argentometri) dan gravimetri. Perhitungannya sebenarnya sederhana. Yang agak repot adalah harus menghafalkan reaksi yang terjadi di setiap metode untuk dasar perhitungan.
Pustaka utama : Vogel, A.I., 1953, “Macro and Semimicro Qualitative Inorganic Analysis”, 4 ed., Longmans, Green and Co., London.

Kimia Organik  1
Kimia Organik, salah satu mata kuliah yang "paling kimia". Topik yang dibahas adalah struktur molekul dan tata nama senyawa-senyawa organik
alifatik (alkana, alkena, alkuna, eter, alkohol, aldehid, dan teman-temannya), sifat-sifat fisis dan kimianya, dan reaksi-reaksi pembuatan dan perubahan senyawa-senyawa organik alifatik.
Yang dibutuhkan di sini adalah rajin membaca pustaka dan kreativitas buat menentukan reaksi-reaksi kimia yang dapat terjadi dan mekanismenya.
Pustaka utama : Solomon, T.W.G., 1992, “Organic Chemistry”, 5 ed., John Wiley and Sons, New York.

Kimia Umum
Ini mata kuliah yang paling familiar bagi mahasiswa karena mirip mata pelajaran Kimia SMA. Topiknya stoikiometri, struktur atom dan molekul, ikatan kimia, tabel periodik unsur, reaksi ion dan pH, dan sedikit tentang termodinamika dan radioaktivitas. Asal punya dasar kimia yang kuat, mata kuliah ini bakal lancar.
Pustaka utama :Brady, J.E., 1990, “General Chemistry: Principles and Structure”, 5 ed., John wiley and Sons, New York.

Matematika 1
Salah satu momok mahasiswa semester 1. Matematika yang dibahas di sini 90%nya adalah kalkulus dan sisanya sedikit pengantar tentang matriks dan vektor. Topik yang dibahas : fungsi dan berbagai sistem koordinat, limit, diferensial parsial dan total,maksimasi dan minimasi, integrasi, vektor dan matriks.
Fokus utama mata kuliah ini ada di diferensial dan integral, karena dua hal ini kelak akan menjadi makanan sehari2 di teknik kimia. Yang dibutuhkan di sini adalah sering berlatih dan kreativitas dalam menyelesaikan persamaan. Selain itu, pengetahuan dasar matematika (misal logaritma, pemangkatan, persamaan kuadrat) harus sudah di luar kepala.
Pustaka utama : Frank Ayres, JR., 1996, Calculus [Schaum’s Outline series], 2ed., Erlangga, Jakarta.

Bahasa Inggris Teknik
Bagi yang memiliki TOEFL di atas 500,otomatis akan mendapat nilai A tanpa ujian. Bagi yang belum, wajib mengikuti mata kuliah ini. Yang dibutuhkan di sini adalah kemampuan menerjemahkan dari dan ke Bahasa Inggris-Bahasa Indonesia dan pemahaman isu-isu kontemporer seputar teknik kimia dan lingkungan.
Pustaka utama : -

Fisika 1
Inilah momok utama di semester 1. Topik yang dibahas persis seperti Fisika SMA : mekanika (gerak translasi dan rotasi, gaya dan torsi, momentum, usaha, energi kinetik dan potensial), Hukum Hooke, Fluida Statis, Efek Panas, Pemuaian, Gas. Namun, di sini soalnya njlimet dan butuh logika yang kuat. Yang diperlukan di sini adalah sering berlatih soal dan logika menyelesaikan suatu problem. Pemahaman materi dan rumus saja belum cukup.
Pustaka utama : Halliday, H., Resnick, R., and Walker, J., 1997, “Fundamentals of
Physics. Extended”, 5 ed., John Wiley & Sons, Inc., New York.

Pendidikan Nilai-Nilai Pancasila
Sama seperti pelajaran Pancasila di sekolah pada umumnya, namun ditambah kemampuan untuk berpendapat tentang isu-isu seputar Pancasila dan penerapannya.
Pustaka utama : -

Success Skill
Tujuan dari mata kuliah ini adalah mengarahkan mahasiswa untuk dapat sukses menyelesaikan kuliah di Teknik Kimia dan pengenalan seputar jurusan.
Pustaka utama : -