Senin, 20 Januari 2014

Praktikum Khusus... (part 1)

Prolog
Ini cerita dari semester 5 yang baru saja berlalu kemarin. UAS udah selesai dari tanggal 17 Januari dan harusnya sekarang adalah masa liburan yang indah. Dari beberapa minggu yang lalu, aku udah ngrencanain pergi ke Purbalingga + Purwokerto bareng Vero. Tapi semua itu gagal karena satu hal....

Semester 5 ini, aku bersama sekitar 30an anak angkatan 2011 lainnya memutuskan memajukan mata kuliah "Praktikum Operasi Teknik Kimia (POTK)" yang harusnya sesuai kurikulum ada di semester 6. Sebenernya praktikum ini sama seperti praktikum-praktikum lainnya, ya tinggal praktikum, ngolah data, terakhir nulis laporan. Namun sebagai salah satu syarat bahwa mahasiswa lulus dari mata kuliah ini adalah melakukan Praktikum Khusus OTK (selanjutnya disebut praksus) di akhir semester.


akhir Oktober 2013
Kelompok praksus dibagi dan aku kebagian jatah ada di kelompok 2 dengan judul "Pencucian Packed Bed Butiran Tidak Berpori" bersama dengan 5 orang teman seperjuangan lainnya, yaitu Vero, Shinta, Unggul, Kikis, dan Laras. Kami semua memiliki kesamaan, yaitu sama-sama ga mudeng harus melakukan apa dari judul yang dikasih ini --"


November-18 Desember 2013
Awalnya kami berdiskusi tentang percobaan apa yang harus dilakukan dan hasilnya kami sudah merancang langkah percobaannya, yaitu :
1. Bikin packing pake pipa kaca yang ada di lab OTK, packingnya diisi potongan sedotan air mineral gelas. Tadinya kami juga sempet kepikiran pake beras dan batu akuarium, tapi akhirnya ga jadi.
2. Pengotor packing kami adalah larutan NaCl, dengan pertimbangan harganya murah, mudah didapat, tidak bereaksi dengan air ataupun packingnya, dan larutan elektrolit sehingga dapat diukur konsentrasinya dengan konduktometer.
3. Pencucinya adalah air, rangkaian alatnya pake alat percobaan absorpsi.
4.Perhitungan pake PD parsial orde 2 yang diselesaikan dengan metode analitis (sesuai saran dosen pembimbing kami).

Sesuai tradisi yang ada, setiap kelompok wajib mempresentasikan  hasil diskusinya ke PW, kepala laboratorium (yang mempresentasikan akan ditunjuk acak di setiap kelompok) dan akan disetujui apabila konsep percobaan dan perhitungan sudah sesuai. Dan dengan bekal seadanya, kami mempresentasikan hasil diskusi kami ke PW.

Stage-1
Kami menyerahkan proposal ke PW dan beliau membacanya sekilas. Kemudian..
PW : "Ya coba Laras maju.."
kemudian Laras maju  *sekedar info, Laras di sini cowo
L : "iya Pak"
PW : "Coba kamu terangkan bagaimana percobaannya"
kemudian Laras menjelaskan tentang percobaannya.
PW : "Terus bagaimana cara analisis konsentrasi larutan garamnya?"
L : "Pakai kondukmeter, Pak. Jadi kita buat kurva standard konduktansi versus konsentrasi dulu"
(sambil menggambar kurva standar di papan tulis, yaitu garis linear)
PW : "Kurvamu pasti lurus begitu?"
L : "iya Pak"
PW : "Bagaimana kalau tidak lurus?"
Jedyerrrrr...dan Laras pun kebingungan.
Laras : "pasti lurus, Pak"
Akhirnya stage 1 berakhir dengan kalimat dari PW : "ya sudah sana belajar lagi"

Setelah kami mundur, kami mendiskusikan jawabannya dan sepakat kalau jawabannya adalah "Kurva konduktansi vs konsentrasi pasti lurus, karena kami pernah membuatnya di praktikum RTD"


Stage-2 (dua hari setelah stage 1)
Kami menyerahkan proposal ke PW dan beliau membacanya sekilas. Kemudian..
PW : "Kikis mana Kikis?" (sambil membaca daftar nama di proposal)
K : iya saya, Pak" (sambil maju)
PW : "Coba terangkan tentang kurva standar kemarin"
K : ""Kurva konduktansi vs konsentrasi pasti lurus, Pak. Karena kami pernah membuatnya di praktikum RTD".
PW: "yang saya tanyakan itu, bagaimana jika grafiknya tidak lurus. Apa yang kamu lakukan?"
kemudian Kikis bingung..
PW : Masa begini saja kalian tidak tahu? Ini gampang banget lho.
(suasana hening untuk beberapa lama.....)
Ya sudah dijadikan PR. Ganti, Veronica"
Kikis mundur, digantikan Vero
PW : "Coba terangkan bagaimana aliran plug flow itu"
V : "Aliran yang laminer, Pak"
PW : (kaget) "masa aliran plug flow itu aliran laminer? Kalo gini ya Teknik Kimia UGM ditutup saja"
(kemudian PW menjelaskan tentang aliran plug flow sambil masih terheran-heran karena ketidaktahuan kami)
Setelah beberapa lama akhirnya stage-2 selesai dengan masih menyisakan PR tentang kurva standar. Kami berdiskusi dan sepakat bahwa jawabannya : "Kami akan mengencerkan larutannya, sehingga konsentrasi dapat didekati dengan persamaan garis linier".

Stage-3
Kali ini giliran aku sendiri yang maju -_- suasana udah agak ga enak karena kami mundurin jadwal presentasi sejam tanpa diketahui bapaknya, jadi bapaknya agak marah sama kami.
PW : "Coba bagaimana kurva standarnya. Ini sudah lama sekali lho, cuma masalah begini saja"
F (dengan mantap) : "Kami akan mengencerkan larutannya, Pak. Sehingga konsentrasi dapat didekati dengan persamaan garis linier".
PW : "Kalo tidak lurus bagaimana?"
F : "Pasti lurus, Pak. Karena kami membuatnya encer"
PW (mulai emosi) : "Yang saya tanyakan itu bagaimana kalo tidak lurus, bukan kalau lurus bagaimana".
dan aku kebingungan --" sumpah rasanya maju di depan tu bener2 bikin blank semua ilmu yang ada di otak
PW : "Kamu itu selalu lari dari pertanyaan. Yang ditanya kalau kurvanya tidak lurus bagaimana, kok malah menjawab kalau lurus. Jadi kamu masih ga bisa?"
F :"ga  bisa, Pak"
Ya sudah sana belajar lagi.

Ga ngerti lagi, sampai stage-3 kami masih ga tau gimana cara jawab pertanyaan ini -__-
Di stage-stage berikutnya kami ditanya lagi tentang berbagai ilmu teknik kimia dasar dan yang paling penting adalah penyelesaian PD Parsial kami yang pake metode analitis tidak disetujui dan diganti dengan metode numeris. Setelah perjuangan yang sangat panjang membuat pemrograman pake Scilab, berhari-hari ke kampus tiap hari sampe sore, dan setelah 10x presentasi ke PW akhirnya proposal kami diacc pada tanggal 19 Desember 2013 (tepat pas ulang tahunnya UGM). Ya mungkin ini emang berkah..

proposal yang diacc


kelompok praksus kami ( Laras, Shinta, Unggul, Kikis, Vero, Fendy)

Lega rasanya proposal diacc.. dan kami pikir percobaan dan pembuatan laporan bakal gampang karena pemrograman udah jadi dan caker kami sudah sangat siap. Tapi kenyataannya, hidup memang tak semudah itu...

(to be continued)










1 komentar: